Bismillahirrahmannirrahim...
Malam ini sentuhan hangat itu kembali memegangku, menuangkan semangat untukku dan menghapus lukaku... Sebuah insan yang begitu mempesona, penuh cinta dan kasih sayang. Balutan tulus ikhlasnya menerjang puing-puing kegalauan dan kegagalan yang hendak tercipta...
Ku panggil beliau dengan sebutan "Ibu...."
Beliaulah permata yang aku miliki. Permata yang slalu ku cinta dan ku jaga...
Permata yang slalu mengalirkan keindahan.. ketulusan....
Menyalakan cahaya-cahaya indah penuh harapan...
Bahkan.. tatkala kegelisahan dan amarah-padam membalut hatiku,
beliau lah insan pertama yang menyapaku dan memelukku dengan balutan mesra,
balutan yang menghadirkan sayap-sayap cinta...
tenangkan jiwa...
Tidakkah kalian merasakan hal yang sama denganku?
Cinta kasihnya?
Ketulusannya?
Sudahkah kalian merasakannya?
Atau hati kalian benar-benar sudah mati?!
Sehingga tak dapat lagi merasakan kehangatan dan ketulusan yang pernah beliau berikan?
Ingatlah air mata beliau..
tatkala do'a-do'a terkumandang untukmu...
Ingatlah kucuran keringat beliau..
tatkala menerobos segala kebutuhanmu...
Ingatlah usaha beliau..
tatkala mengejar laju keinginanmu...
Ingatlah cinta kasihnya beliau...
tatkala memeluk dan mendekap erat jemarimu dikala kau jatuh...
Sudahkah kau lupa?
Rasakan setiap kayuhan kakinya.. derap langkahnya..melaju begitu kencang tak kenal lelah..
Matanya yang smakin sayu.. namun tetap menjaga pandang hanya untukmu...
Wajahnya yang smakin pucat pasi...namun tetap slalu ada untukmu...
Tahukah untuk siapa mereka seperti itu?
Untuk engkau...
Yaa.. untuk engkau..
Sang buah hati mereka...
Lalu...
Sudahkah kau membalasnya?
Sudahkah kau berikan cinta dan kasih-ketulusanmu untuknya?
Air mata hatiku mengucur shobat..
Tatkala tanganku yang rapuh ini memegang tubuhnya...
Ku bacakan surat Al-Fatihah untuknya..
dan Do'a untuknya..
“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
Prambanan, 24/01/2012
-Hindun Fauziah-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar